KOTA BANJAR - Sepulang mengikuti kegiatan penguatan pendidikan di Bandung, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs Negeri 1 Kota Banjar, Bapak Abdul Muiz Ali, S.Ag., M.Pd.I. langsung bergerak cepat. Semangat baru itu diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar di lingkungan madrasah dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik serta civitas akademika. Kegiatan diseminasi ini dilaksanakan tanggal 12 - 13 Mei 2026 di Kampus MTs Negeri 1 Kota Banjar.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan suasana belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, empati, penghargaan, dan pendekatan humanis dalam proses pembelajaran.
Dalam pemaparannya, Waka Kurikulum menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, melainkan gerakan membangun budaya sekolah yang lebih hangat dan menyentuh sisi emosional peserta didik.
"Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mencetak siswa cerdas. Kita ingin menghadirkan pembelajaran yang membuat anak merasa dihargai, didengar, dan dicintai di lingkungan sekolah."
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para guru terlihat aktif berdiskusi mengenai implementasi pembelajaran yang lebih adaptif, ramah anak, serta relevan dengan tantangan generasi saat ini.
Kepala MTs Negeri 1 Kota Banjar, Bapak Agus Dayusman, S.Pd., M.Pd. turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan diseminasi tersebut. Menurutnya, hasil kegiatan di Bandung harus mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata di madrasah agar perubahan pendidikan benar-benar terasa.
Tidak hanya itu, beberapa guru peserta juga mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pola komunikasi dengan siswa di kelas
Melalui semangat kolaborasi dan transformasi pendidikan, madrasah kini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan bagi seluruh peserta didik. Terselenggaranya Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta ini, MTs Negeri 1 Kota Banjar menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam nilai kemanusiaan dan karakter. Semangat yang dibawa dari kegiatan di Bandung diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh tenaga pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih hangat, inspiratif, dan berpihak pada perkembangan peserta didik di era pendidikan modern.

.jpeg)
Posting Komentar