KOTA BANJAR - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diwujudkan oleh MTsN 1 Kota Banjar melalui aksi nyata penanaman bibit lengkeng hasil persemaian dari pemanfaatan limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa biji lengkeng di kawasan bantaran Sungai Citanduy. Kegiatan ini dilaksanakan hari Jumat (12/06) melibatkan siswa, guru, dan warga sekitar sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan program Panca Waluya yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program prioritas Kementerian Agama melalui Asta Protas, khususnya pada bidang Ekoteologi, yaitu membangun kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual setiap insan.
Bibit lengkeng yang ditanam merupakan hasil persemaian yang memanfaatkan limbah dari program MBG. Melalui proses pengolahan sederhana, limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah berhasil diubah menjadi media yang bermanfaat untuk menumbuhkan bibit tanaman produktif. Langkah ini menjadi bentuk edukasi nyata kepada siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan pelestarian lingkungan sejak usia dini.
Kepala MTsN 1 Kota Banjar, H. Agus Dayusman, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif para guru dan siswa dalam mengolah limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekologis.
"Ini adalah pembelajaran yang luar biasa. Limbah MBG yang tadinya hanya menjadi sampah, oleh anak-anak kita sulap menjadi bibit pohon produktif. Ini tidak hanya mengajarkan keterampilan agraris, tetapi juga menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga sungai itu penting. Sungai Citanduy ini adalah paru-paru bagi wilayah kita, dan menanam pohon di sini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk lingkungan," ujar H. Agus saat di lokasi penanaman.
Salah satu perwakilan siswa, Ajeng Sofiatul yakni Ketua OSIS MTsN 1 Kota Banjar turut memberikan testimoni terkait proses yang dilalui hingga akhirnya bisa menanam bibit tersebut.
"Kami sangat senang, Pak. Prosesnya lumayan panjang, kami kumpulkan biji lengkeng dari sisa makan siang, lalu kami bersihkan, kami semai di polybag, dan sekarang bisa kami tanam di tepi sungai. Rasanya bangga banget bisa ikut serta menghijaukan kembali bantaran Sungai Citanduy. Semoga bibit yang kami tanam bisa tumbuh subur dan kelak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar," ungkapnya penuh antusias.
Pemilihan bantaran Sungai Citanduy sebagai lokasi penanaman juga memiliki makna strategis. Selain mendukung penghijauan kawasan sungai, penanaman pohon di daerah bantaran berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan, memperkuat vegetasi penyangga, serta menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan ekosistem sungai yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Kota Banjar. Berbagai kegiatan penghijauan di kawasan Sungai Citanduy selama ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi alam.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Kota Banjar tidak hanya mengajarkan teori tentang lingkungan hidup, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk menjadi pelaku perubahan. Diharapkan, semangat menjaga bumi dan merawat lingkungan yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat tumbuh menjadi karakter positif yang terus melekat dalam kehidupan peserta didik, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.



Posting Komentar