Transformasi Literasi: Perpustakaan MTs Negeri 1 Kota Banjar Jadi Pusat Pembelajaran Inovatif


KOTA BANJAR - Suasana berbeda tampak di perpustakaan MTs Negeri 1 Kota Banjar pagi ini. Tidak ada keheningan yang kaku, melainkan diskusi hangat dan antusiasme siswa yang sedang asyik membedah literatur. Perpustakaan bukan lagi sekadar deretan rak buku berdebu. Di MTs Negeri 1 Kota Banjar, perpustakaan telah bertransformasi menjadi jantung kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dinamis. Melalui inovasi tata ruang dan koleksi, madrasah ini berhasil mengubah persepsi siswa terhadap perpustakaan. Salah satu guru yang menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dalam mendukung kesuksesan proses pembelajaran yakni Ibu Yeni Henrayani, S.Pd.I. Beliau memilih memindahkan lokasi pembelajaran dari ruang kelas konvensional ke perpustakaan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan eksploratif bagi para siswa. 

"Saya ingin anak-anak tidak merasa bosan kalau belajar di dalam kelas terus. Dengan belajar di perpustakaan, suasananya jadi lebih segar dan santai, tapi mereka tetap fokus. Saya senang melihat mereka yang tadinya jarang baca, sekarang jadi mulai rajin buka-buka koleksi perpustakaan kita. Intinya, saya ingin perpustakaan ini jadi 'rumah kedua' bagi mereka untuk mencari ilmu, bukan cuma tempat simpan buku saja'', Ujar Ibu Yeni.

Selain itu, dalam keterangannya, Plt. Kepala Madrasah, Bapak Abdul Muiz Ali, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa perubahan pola belajar dari ruang kelas ke perpustakaan adalah langkah strategis untuk memicu daya kritis siswa.

"Kami ingin memutus kejenuhan belajar di kelas. Di perpustakaan, siswa kami bebaskan untuk mengeksplorasi cakrawala berpikirnya melalui berbagai referensi. Guru-guru saya arahkan untuk menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar utama, bukan sekadar pelengkap," ujar Beliau.

Salah satu siswa kelas VII mengaku lebih bersemangat saat jadwal pelajaran berpindah ke perpustakaan. "Suasananya tenang dan kalau ada materi yang kurang jelas, saya bisa langsung cari buku pendukung di rak sebelah. Belajar jadi tidak membosankan," ungkapnya.

Dengan optimalisasi fungsi perpustakaan ini, MTs Negeri 1 Kota Banjar berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki budaya literasi yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

1 تعليقات

إرسال تعليق

أحدث أقدم