KOTA BANJAR - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama, khususnya pada aspek Penguatan Ekoteologi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa biji lengkeng yang terkumpul selama satu tahun selanjutnya diolah melalui proses penyemaian untuk ditanam kembali di lahan kosong. Sisa limbah MBG berupa biji lengkeng yang selama ini berpotensi menjadi sampah dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna bagi lingkungan. Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Kota Banjar tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mengubahnya menjadi sarana pembelajaran yang edukatif bagi peserta didik.
Kepala MTsN 1 Kota Banjar, Agus
Dayusman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari
upaya madrasah menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus melatih
keterampilan siswa. Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi
juga memahami bagaimana limbah bisa memiliki nilai guna. Melalui penyemaian
benih lengkeng ini, mereka belajar tentang lingkungan, pertanian, dan
kreativitas dalam memanfaatkan bahan yang ada.
“Kami berupaya menjadikan setiap program yang ada di madrasah memiliki nilai manfaat yang berkelanjutan. Limbah berupa biji lengkeng dari Program Makan Bergizi Gratis yang terkumpul selama satu tahun kami manfaatkan sebagai bagian dari media penyemaian benih lengkeng. Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk memahami pentingnya pengelolaan lingkungan secara bertanggung jawab.”
Kepala MTsN 1 Kota Banjar
Bibit-bibit lengkeng yang berhasil disemai akan ditanam kembali di lahan kosong melalui program penanaman pohon yang melibatkan seluruh siswa kelas IX sebagai bagian
dari jejak kontribusi mereka sebelum menyelesaikan pendidikan di MTsN 1 Kota
Banjar. Biji lengkeng dari sisa hasil MBG yang saat ini sedang disemai akan menjadi pohon-pohon yang
ditanam oleh siswa kelas IX. Ini menjadi simbol kepedulian mereka terhadap
lingkungan sekaligus bukti nyata bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab
untuk meninggalkan warisan kebaikan bagi madrasah dan masyarakat. Selain
menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri, kegiatan ini juga diharapkan
mampu memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi warga madrasah di masa
mendatang.
Melalui inovasi pemanfaatan limbah MBG untuk penyemaian benih lengkeng, MTsN 1 Kota Banjar membuktikan bahwa penguatan Ekoteologi tidak hanya sebatas konsep, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan pembentukan karakter peserta didik. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi madrasah dalam menyukseskan Asta Protas Kementerian Agama menuju pendidikan yang unggul, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, limbah yang dihasilkan dari kegiatan MBG tidak menjadi pencemaran lingkungan, tetapi juga diolah menjadi hal yang bermanfaat.
Hasil pengolahan tersebut kemudian dimanfaatkan dalam proses penyemaian benih
lengkeng yang dilakukan oleh siswa sebagai bagian dari pembelajaran
berbasis lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan
madrasah yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan
tersebut menjadi sarana pendidikan karakter yang mengintegrasikan kepedulian
lingkungan, gotong royong, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan
sehari-hari.
Inovasi pemanfaatan limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penyemaian benih lengkeng ini, MTsN 1
Kota Banjar menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam
kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan
dan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi wujud implementasi Penguatan
Ekoteologi dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki
kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

.jpeg)
.jpeg)
إرسال تعليق